Mangku Pastika Inisiator Terbentuknya Diaspora Buleleng “Wadah Nonpolitik untuk Kemajuan Buleleng”

Bertempat di Hall SMA Negeri Bali Mandara (2/11), puluhan tokoh-tokoh Buleleng yang berkarya di luar Buleleng berkumpul untuk memulai satu gerakan baru dalam mewujudkan kemajuan dan kebanggaan terhadap daerah Buleleng. Pada kesempatan itu hadir Made Mangku Pastika, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, Sugawa Korry, Gede Supriatna, para Kepala OPD Pemprov Bali dan tokoh-tokoh penting dari Buleleng lainnya.

“Kita melihat masih banyak ketertinggalan di Buleleng ini, harus ada langkah-langkah lain untuk menggerakkan ini semua,” ungkap Mangku Pastika. Setelah berkeliling di seluruh Bali, ia berpendapat bahwa Buleleng merupakan wilayah yang paling sulit dikembangkan karena kondisi wilayah. “40% siswa SMA Negeri Bali Mandara dan 60% siswa SMK Negeri Bali Mandara adalah putra Buleleng, artinya kita paling miskin sesungguhnya,” ungkapnya.

Juara 1 Olimpiade Akuntansi dan Perpajakan (OAP) XIX Tingkat SMA dan SMK se-Bali

Selamat atas diraihnya Juara 1 (I Ketut Redita kelas XI IPS 1) dan Juara Harapan 1 (Luh Putri Tersiani kelas XI IPS 1) pada Olimpiade Akuntansi dan Perpajakan (OAP) XIX Tingkat SMA dan SMK se-Bali yang diselenggarakan oleh Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017. Dengan raihan ini, mereka berhak mendapatkan piala tetap dan Piala Bergilir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

Alat Pendeteksi Sapi Birahi dan Paving dari Limbah Ampas Teh Raih Medali pada OPSI 2017

Selama ini menentukan masa birahi sapi dengan sistem pengamatan langsung oleh para peternak seringkali tidak akurat dan mengalami kesalahan prediksi sehingga menimbulkan kerugian para peternak. Waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi betina adalah ketika sapi tersebut birahi. Sapi betina mau menerima pejantan untuk perkawinan hanya ketika birahi saja. Fenomena inilan yang kemudian menarik minat dua siswa SMA Negeri Bali Mandara, yaitu I Dewa Gede Wicaksana Prabaswara dan Yuan Dwi Kurniawan untuk menciptakan Alat Pendeteksi Sapi Birahi yang diberi nama Apeksi.

Dijelaskannya, alat ini menggunakan sensor-sensor seperti sensor suara untuk menginput data frekuensi nafas, sensor detak jantung, sensor suhu, dan sensor jarak yang mengukur jumlah pergerakan sapi. Kemudian data-data tersebut diolah dengan Arduino. “Jika keempat indikator menunjukkan kondisi sapi birahi, akan mengeluarkan output berupa buzzer dan LED RGB, pesan singkat pada ponsel peternak, beserta LCD,” ungkapnya. Output yang banyak ini menurutnya juga untuk menfasilitasi peternak yang buta huruf sehingga bisa menggunakan alat ini dengan mendengar alarm penanda birahi.

Panureksan Tri Hita Karana Award 2017

Rahinane mangkin, Buda Paing Wariga, 4 Oktober 2017, SMA Negeri Bali Mandara karauhin olih Angga Panureksa Tri Hita Karana Award 2017.

Wenten tigang assessor rauh sane kautus olih Yayasan Tri Hita Karana Bali, inggih punika I Gusti Agung Nyoman Winda, BA., MBA.,CHT., Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., miwah Dra. Ida Ayu Raka Astiti Asih, M.Si. Tigang assessor punika jagi ngadungang panureksan mandiri sane sampun kapupulang ring panitia penyelenggara antuk bukti fisik ring sekolah.

Jajaki Kerja Sama, Delegasi Kumamoto Jepang Kunjungi SMAN Bali Mandara

Sebanyak 9 orang delegasi dari Kumamoto, Jepang, datang langsung ke SMA Negeri Bali Mandara untuk melakukan pejakakan kerja sama, Jumat (15/9). Pengiriman delegasi yang terdiri atas Kumamoto-Indonesia Friendship Association (KIFA) dan Care ini merupakan tindak lanjut penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Bali dan Kumamoto.

Ketua Umum KIFA, Yoshiomi Mori, mengatakan bahwa KIFA berdiri untuk melaksanakan persahabatan dengan Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah kerja sama dalam bidang pendidikan. Dipilihnya SMA Negeri Bali Mandara sebagai tempat penjajakan kerja sama karena dinilai memiliki sistem pendidikan yang bagus. Penilaian ini didasarkan atas informasi yang diperoleh dari Pemerintah Prefektur Kumamoto yang telah berkunjung sebelumnya serta kompetensi alumninya yang menimba ilmu di Jepang. Ia berharap anak-anak Bali yang potensial, nantinya datang ke Kumamoto untuk belajar maupun bekerja, demikian juga sebaliknya. “Saya berharap Kumamoto, khususnya kami dan SMAN Bali Mandara mampu menjalin persahabatan yang baik dan dua provinsi dari dua negera ini semakin berkembang,” ungkapnya di hadapan para siswa.