Workshop Gerakan Nyata Pengelolaan Sampah di Sekolah

SMA Negeri Bali Mandara kembali melaksanakan kegiatan pelatihan sehubungan dengan adanya bantuan pemerintah dalam Program Pengembangan SMA Zonasi. Kali ini, kegiatan yang dilaksanakan berbentuk Workshop “Gerakan Nyata Pengelolaan Sampah di Sekolah” yang dilaksanakan di TRRC SMAN Bali Mandara pada Jumat, 30 Agustus 2019. Kegiatan ini menyasar perwakilan sekolah imbas dari SMA Negeri 1 Tejakula, SMA Negeri 2 Tejakula, SMA Satu Atap tejakula, SMA Sidi Karya, dan SMA Taruna Mandara yang masing-masing terdiri atas 3 orang siswa dan 1 pendamping.

Narasumber yang hadir untuk memberikan pelatihan adalah, I Putu Hary Sujayantha, S.Pd., selaku pembina Bank Sampah di SMA Negeri Bali Mandara. Kegiatan pengolahan sampah yang ia sampaikan lebih fokus kepada pengelolaan sampah anorganik, khusunya sampah plastik dengan memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan ecobrick.

330 PESERTA DIDIK BARU DIKUKUHKAN PADA INAUGURASI SMA DAN SMK NEGERI BALI MANDARA

Rabu, 28 Agustus 2019, menjadi hari yang penting bagi siswa-siswi baru SMA dan SMK Negeri Bali Mandara. Hari ini, 330 siswa dari keluarga miskin yang dinyatakan layak sebagai penerima bantuan pendidikan penuh di SMA dan SMK Negeri Bali Mandara dikukuhkan secara resmi. Kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan oleh dua sekolah tersebut diperuntukkan bagi 150 siswa baru dari SMA Negeri Bali Mandara dan 180 siswa dari SMK Negeri Bali Mandara.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu penting, seperti Konsulat Jendral India, Konsulat Jendral Jepang, Kepala UPTD BPTEKDIK Disdik Provinsi Bali, perwakilan Bupati/Walikota se-Bali, Presiden Word Hindu Parisadh, dan tamu undangan lainnya. Pengukuhan yang sedianya dilakukan oleh Gubernur Bali, harus diwakilkan kepada kepala UPTD BPTEKDIK Disdik Provinsi Bali karena Bapak Gubernur pada waktu yang bersamaan harus mendampingi Wakil Presiden RI membuka peringatan Harteknas di Denpasar. Kepala UPTD BPTEKDIK Disdik Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Ratmaja, M.Pd., yang diserahi tugas untuk mengukuhkan peserta didik baru dalam pidatonya membacakan sambutan Gubernur Bali. Dalam sambutan yang dibacakan, Gubernur Bali menyampaikan bahwa masa depan pembangunan daerah Bali sangat tergantung oleh Sumber Daya Manusia karena keterbatasan Sumber Daya Alam yang dimiliki. Banyak tantangan yang dihadapi dalam penanganannnya salah satunya karena adanya siswa miskin. Semua pihak perlu memberikan perhatian serius seperti pemberian kesempatan belajar, peningkatan kualitas proses belajar mengajar, serta pembentukan karakter. “Sekolah (SMA dan SMK) Bali Mandara kini menjadi milik rakyat Bali yang diperuntukkan bagi rakyat Bali dan demi masa depan Bali. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga dan memajukanknya,” ungkapnya.

P2M Undiksha Sasar SMA Negeri Bali Mandara

Guru dan Pegawai SMA Negeri Bali Mandara mendapat kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi diri dari pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Penerapan IPTEKS Undiksha pada Sabtu, 24 Agustus 2019 di Lab. Bahasa SMA Negeri Bali Mandara. Hadir dua orang narasumber yang merupakan dosen dari Universitas Pendidikan Ganesha, yaitu Dr. Gede Indrawan, S.T., M.T. dan Kadek Yota Ernanda Aryanto, S.Kom., M.T., Ph.D.

Pada kesempatan ini, Dr. Gede Indrawan, S.T., M.T., sebagai pembicara pertama, memberikan materi tentang “Pengolah Kata untuk Penulisan Aksara Bali dengan Font Bali Simbar.” Materi ini tentunya memberikan dampak positif karena saat ini juga sedang gencar-gencarnya digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam usaha Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Selain materi tersebut, atas permintaan pihak sekolah, pemilik beberapa hak cipta ini juga berbagi materi spesial tambahan terkait pemprosesan hak cipta. Hal ini diberikan karena SMA Negeri Bali Mandara yang sudah memiliki satu hak cipta, mengalami kesulitan dalam proses pengajuan hak cipta lainnya. Pada kesempatan ini, sekolah dibantu dibuatkan akun pengajuan hak cipta serta langsung diperagakan pengajuan asli secara daring (online) untuk alat Smart Digital Psycrometer, alat pedeteksi cuaca lokal, karya siswa SMA Negeri Bali Mandara yang pernah mewakili Indonesia pada ajang Intel-ISEF di Amerika Serikat.

SMA Negeri Bali Mandara Beri Pelatihan Hidroponik

Sebagai “Sekolah Zonasi,” SMA Negeri Bali Mandara memiliki tanggung jawab dalam membagai berbagai keunggulan yang dimiliki kepada sekolah lain dalam usaha bersama-sama memajukan dunia pendidikan. Salah satu program yang dibuat sehubungan dengan ditunjuknya SMA Negeri Bali Mandara sebagai Sekolah Zonasi tersebut adalah dilaksanakannya pelatihan Budidaya Vertikultur/Hidroponik bagi sekolah sasaran.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Agustus 2019, dengan narasumber Ketut Arianto, S.Pd. selaku pengelola hidroponik di SMA Negeri Bali Mandara. Peserta kegiatan merupakan perwakilan sekolah imbas dari SMA Negeri 1 Tejakula, SMA Negeri 2 Tejakula, SMA Satu Atap tejakula, SMA Sidi Karya, dan SMA Taruna Mandara yang masing-masing terdiri atas 3 orang siswa dan 1 pendamping.

RIO ANDRE SUTRISNA JUARA 1 LOMBA PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN

Tak hanya siswa, guru SMA Negeri Bali Mandara juga tak mau kalah ikut menorehkan prestasi. Salah satu gurunya, I Gede Rio Andre Sutrisna, berhasil meraih juara 1 pada ajang lomba penyusunan media pembelajaran berbasis TIK untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Jenjang SMA Tingkat Provinsi Bali. Lomba ini merupakan muara serangkaian kegiatan Pembatik (Pembelajaran berbasis TIK) lokal Bali yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bali bekerja sama dengan Pustekkom Kemdikbud RI. Total peserta yang mengikuti kegiatan Pembatik lokal Bali ini sebanyak 252 guru dari jenjang SLB, SMA dan SMK Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris Se-Bali. Sebelumnya, kegiatan telah diawali dengan tes Pembatik level 1 via online, tes Pembatik level 2 via online, pelatihan online, pelatihan tatap muka, dan pengumpulan karya.