SMA Negeri Bali Mandara Menjadi Tuan Rumah dalam Penyelenggaraan LDKS Tahun 2018 SMA/MA & SMK se-Kabupaten Buleleng

Cerdas, Berkarakter!” Itulah seruan tegas para jiwa-jiwa muda dari seluruh penjuru Buleleng yang berkumpul menjadi satu dalam wadah rangkaian acara LDKS 2018. Serangkaian acara LDKS ini dilaksankan di SMA Negeri Bali Mandara dari tanggal 18 – 19 Juni 2018. Acara ini diikuti oleh 55 sekolah dari seluruh penjuru Kabupaten Buleleng dengan jumlah peserta sebanyak 115 orang. LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa adalah sebuah kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar-dasar sebuah organisasi di sekolah, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). LDKS ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan kepada siswa. Di hari pertama pelaksanaan LDKS pada 18 Juni 2018 diawali dengan kedatangan siswa di SMA Negeri Bali Mandara yang didampingi oleh pembina dari masing-masing sekolah. Dimulai dengan rangkaian registrasi serta administrasi selanjutnya peserta digiring menuju asrama masing-masing untuk tempat menginap selama 2 hari ini. Setelahnya pukul 08.30 pagi, upacara pembukaan dimulai dengan pasukan devile bendera berjumlah 55 orang yang diiringi marching band SMA Negeri Bali Mandara. Dalam sambutannya Bapak Kepala UPT, Bapak I Made Suarja S.S.Kar.,M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini diharapakan dapat menumbuhkan jiwa peserta dalam bidang kepemimpinan dan segala hikmah yang didapat setelah rangkaian kegiatan ini bisa dijadikan pembelajaran bagi peserta untuk menjadi pemimpin masa depan.

Peserta LDKS dibagi menjadi 6 kelompok untuk melaksanakan setiap rangkaian kegiatan selama 2 hari. Setelah makan siang peserta mengikuti kegiatan ice breaking serta pemberian materi tentang kepemimpinan. Untuk persiapan makan malam peserta LDKS diberikan kesempatan perkelompok untuk bertanggung jawab memasak secara pribadi. Hal ini merupakan salah satu bentuk praktek dari pelaksanaan materi kepemimpinan dan pendidikan karakter yang telah diberikan sebelumnya. Dengan menjalani kegiatan memasak ini setiap kelompok ditantang untuk menyelesaikan masakan mereka bersama dan tepat waktu. Tak bisa dipungkiri kegiatan ini sangat berkesan untuk para peserta karena memberikan pengalaman yang tidak biasa kepada peserta LDKS 2018.

Tiada jalur kesuksesan yang bertabur bunga, semua jalur menuju sukses memiliki rintangan dan hambatannya masing-masing. Hambatan dan rintangan tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk berani memulai melangkah maju. Malam yang dingin tanggal 18 Juli 2018 diisi dengan serangkaian acara the calling serta bon fire yang berhasil membakar jiwa semangat para peserta LDKS dan menjadikan malam ini menjadi hangat. The calling atau panggilan jiwa adalah dimana para peserta menuliskan harapan mereka untuk sekolah mereka masing-masing diatas secarik kertas serta menuliskan hambatan atau halangan yang bisa membuat harapan mereka tersebut tak bisa tercapai dalam sebuah papan yang nantinya akan dipatahkan dan dibakar dalam kegiatan bon fire. Bon fire sendiri adalah ikrar api suci dimana merupakan simbol bahwa semangat api para peserta telah dikobarkan dan ritual pembakaran halangan serta hambatan yang tadi telah dituliskan dalam sebuah papan dengan seruan tegas “I can because I believe I can”. Kemudian setelah kegiatan ikrar api suci, selanjutnya suasana berubah menjadi mencair dan menghangat dengan acara PENSI dari masing-masing kelompok serta penampilan tambahan dari perwakilan panitia yang menjadikan malam hari pertama LDKS ini menjadi hangat.

“Saya merasa senang karena bisa memiliki banyak teman, kegiatannya juga seru, orangnya baik-baik dan ramah-ramah. Mungkin untuk kedepannya bisa lebih ditambah pesertanya.” Ujar I Putu Dandi Aditya Muliyasa dari SMA Taruna Mandara selaku peserta dalam kegiatan LDKS 2018 ini. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa membentuk karakter para panji-panji muda bangsa khususnya anak muda Kabupaten Buleleng untuk bisa membangun pendidikan dan masa depan Buleleng yang lebih baik dengan bekal karakter, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan yang baik. Karena pemimpin adalah jiwa yang dikorbankan maka “Sekali melangkah pantang menyerah. Sekali tampil harus berhasil.” itulah pesan dari Bapak I Nyoman Darta selaku kepala sekolah SMA Negeri Bali Mandara kepada para peserta untuk selalu diingat dan dilaksanakan sebagai calon pemimpin masa depan. (lyn)

LDKS 1_180619_0092

LDKS 1_180619_0038

LDKS 1_180619_0052

LDKS 1_180619_0102

LDKS 1_180619_0109

LDKS 1_180619_0173

LDKS 1_180619_0155

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>