All posts by smanbali_editor sma

Mantapkan Mental Peserta Didik melalui Kemah Pendidikan Karakter

Outbond 2K18_180714_0463

Salah satu syarat untuk menjadi pemimpin adalah memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pada kegiatan MPLS tahun 2018, seluruh siswa baru SMA Negeri Bali Mandara melakukan kegiatan Community Service di rumah-rumah warga sekitar desa Kubutambahan pada Sabtu (14/7) sekaligus outbound ke sekitar lingkungan SMA Negeri Bali Mandara.

Visi SMA Negeri Bali Mandara adalah “Menjadi Sekolah Terdepan dalam Menciptakan Pemimpin Masa Depan”. Hal ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti Life Long Learning dan Pathway to Leadership. Nilai-nilai kepemimpinan dan pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini secara konsisten.

Pada MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tahun 2018, SMA Negeri Bali Mandara menyelenggarakan Smanbara Building Character (SBC) yang ditujukan untuk seluruh peserta didik baru tahun pelajaran 2018/2019. Kegiatan Smanbara Building Character berbentuk perkemahan yang berlangsung selama dua hari dengan diawali ritual Bornfire dan The Calling. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outbound di sekitar lingkungan SMA Negeri Bali Mandara.

Kegiatan outbound dimulai pada pukul 07.00 WITA yang terdiri dari 5 pos, yaitu pos community service di rumah warga, pos pengetahuan sekolah, pos logika, pos permainan dan pos pendidikan karakter. Seluruh peserta didik baru yang telah dibagi ke dalam masing-masing grha segera berangkat menuju ke rumah-rumah warga di sekitar desa Kubutambahan yang merupakan pos 1, dengan didampingi oleh pemandu masing-masing grha untuk melakukan community service. Pada kegiatan ini, siswa membantu berbagai kegiatan rumah tangga seperti menyapu, mencari kayu bakar hingga berkebun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa baru terhadap keadaan di lingkungan sekitar SMA Negeri Bali Mandara.

Setelah kurang lebih satu jam, kegiatan dilanjutkan dengan menuju ke pos-pos berikutnya dengan mengikuti rute outbound yang telah disiapkan oleh panitia PPDB SMA Negeri Bali Mandara. Pos 2 merupakan pos pengetahuan sekolah. Di pos ini, seluruh siswa baru diajarkan mengenai berbagai program dan budaya di SMA Negeri Bali Mandara. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju pos 3, yaitu pos logika. Pada pos ini diisi dengan permainan “Selamatkan Temanmu”, yang mengharuskan siswa memecahkan kode yang diberikan oleh penjaga pos untuk menyelamatkan teman mereka yang ditawan. Tujuan dari permainan logika ini adalah untuk melatih nalar dan logika peserta didik sebagai salah satu syarat untuk menjadi seorang pemimpin.

Pos selanjutnya adalah pos 4, yaitu pos permainan “Keluarkan Bola Pingpong”. Pada pos ini, siswa diberikan sebatang pipa setinggi 2 meter yang telah dilubangi. Di dalam pipa tersebut terdapat sebuah bola yang harus dikeluarkan dengan menuangkan air ke dalam pipa yang diletakkan secara horizontal. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekompakan dan kerja sama antarpeserta didik bersama dengan teman dalam satu grha. Kegiatan outbound berakhir di pos 5, yaitu pos pendidikan karakter. Pada pos ini siswa diberikan penanaman nilai-nilai karakter dan kepemimpinan, yang meliputi nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, tata krama dan ketahanmalangan siswa dalam menempuh pendidikan di SMA Negeri Bali Mandara. Putu Ngurah Suardika selaku penanggung jawab kegiatan menekankan pada nilai kebersamaan sebagai keluarga besar SMA Negeri Bali Mandara. “Ketika kalian telah menjadi keluarga besar SMA Negeri Bali Mandara, kalian harus senantiasa menjaga kebersamaan dalam keluarga dengan selalu peduli dan menjaga satu sama lain”, tegas Mr. Ngurah Suardika.

Seluruh rangkaian kegiatan Smanbara Building Character tahun 2018 berakhir bersamaan dengan berakhirnya kegiatan outbound. Melalui kegiatan ini, siswa baru dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk menjalani pendidikan dengan sistem berasrama di SMA Negeri Bali Mandara ke depannya. Ini merupakan kegiatan wajib demi mencetak calon-calon pemimpin di masa depan. (ico)

Smanbara Building Character dan Rite and Ritual, Pembentuk Karakter Peserta Didik Baru

 

BornfireProsesi Kegiatan The Calling pada Jum’at (13/07/2018). Seluruh siswa baru menuliskan cita-citanya pada selembar kertas dan dimasukkan ke dalam time capsule serta mematahkan hambatan-hambatan yang ditulis pada sebuah papan kayu.

Serangkaian pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMAN Bali Mandara, diadakan kegiatan Smanbara Building Character pada Jum’at (13/07/2018). Kegiatan kemah ini berlangsung selama 2 hari 1 malam dengan tujuan membentuk karakter yang lebih baik bagi peserta didik baru.

“Karakter merupakan penentu utama kesuksesan peserta didik. Biarpun secara akademik mereka tergolong bodoh, namun jika memiliki karakter baik dan santun, akan menimbulkan simpati dari orang lain,” ujar Pak Darta, Kepala SMAN Bali Mandara, di sela acara.

Kegiatan Smanbara Building Character dibuka secara resmi oleh Pak Darta dan dihadiri seluruh warga sekolah di Aula Bali Academy. Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan acara rite and ritual (adat dan tradisi), yakni Time Capsule dan Bonfire. Pembuatan cita-cita pada Time Capsule peserta didik baru didampingi Mata/Pita (orang tua asuh) masing-masing Grha yang duduk melingkar sesuai arah mata angin. Sementara peserta didik menuliskan harapannya, kepala sekolah mengujarkan kalimat-kalimat menyentuh mengenai keluarga, kemiskinan, dan cara melawan hambatan. Hal ini tak pelak memecah tangis seluruh peserta didik sembari menyimpan harapannya pada sebuah botol yang kelak dibuka kembali sebelum menamatkan pendidikan SMA-nya di sekolah ini.

Dengan seruan I Can Because I Believe I Can (saya bisa karena saya yakin saya bisa), mereka menulis hambatan terbesar dalam hidup pada sebuah triplek. Selanjutnya hambatan ini mereka patahkan dan bakar pada api unggun sebagai pernyataan mereka akan menghancurkan hambatan tersebut. Selain itu, juga dideklarasikan Bonfire Pledge (ikrar api unggun), yang menurut kepala sekolah menjadi fungsi api yang kedua setelah sebagai penghancur, yakni pemberi semangat.

Jadwal berlanjut pada pementasan seni tiap Grha yang sukses menghibur dan memberi euforia pada seluruh warga sekolah yang hadir. Akhir kegiatan Bonfire adalah pengumuman The Best Grha and The Best Participant (Grha terbaik dan peserta terbaik). Sekitar pukul 22.30 WITA, acara dihentikan dan akan berlanjut dengan outbond peserta kemah esok paginya.

“Harapan saya pada kelas 10, semoga cepat menemukan jati diri dan beradaptasi. Tentunya dengan tuntunan kakak kelas. Semoga sekolah dapat membuat acara yang lebih meriah dan bermakna ke depannya,” kata Danda, salah seorang peserta didik baru asal Kintamani, ketika diwawancarai tim redaksi. (cak)

RSI GANA DAN UPANAYANA DERETAN UPACARA PEMBERSIHAN DAN PENGUKUHAN SECARA NISKALA

Pagi ini, Kamis (12/07/2018), SMA/SMK Negeri Bali Mandara atau yang dikenal sebagai Bali Academy melaksanakan Upacara Rsi Gana yang dilaksanakan di Parhyangan Padmasana sekolah tersebut. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan areal sekolah dari aura negatif dan agar makhluk tak kasat mata (Bhuta Kala) berkenan hidup berdampingan dengan kita dalam keharmonisan. Ini merupakan pertama kalinya SMA/SMK Negeri Bali Mandara melaksanakan Upacara Rsi Gana di usianya yang ke-7 tahun. Upacara ini dilangsungkan dengan melaksanakan macaru, Tari Rejang Renteng, dan prosesi lainnya dengan mendatangkan Padanda dalam memimpin upacara keagamaan ini.

Selain Rsi Gana, di hari yang sama juga dilaksanakan Upacara Upanayana bagi peserta didik baru SMA/SMK Negeri Bali Mandara. Upanayana dilaksanakan sebagai prosesi yang menandakan peserta didik sekolah ini telah dikukuhkan secara Niskala (tak kasat mata) untuk menjalani kegiatan pembelajaran selama beberapa tahun sebelum dikukuhkan secara resmi pada kegiatan Inaugurasi yang dilangsungkan beberapa bulan ke depan.

SMA NEGERI BALI MANDARA MENJADI PUSAT DALAM PERINGATAN HANI 2018 DI PROVINSI BALI

IMG_0144

Kamis, 12 Juli 2018, SMA Negeri Bali Mandara menjadi pusat peringatan secara nasional serentak untuk peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional). HANI yang diperingati tanggal 26 Juni merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang memberikan dampak buruk terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat. Secara nasional Dalam kesempatan ini, dua tema besar diangkat HANI 2018 BNN RI yaitu “menyatukan dan menggerakan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba,” dan  “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe”

Pada acara hari ini dihadiri oleh banyak tamu undangan seperti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Bupati Buleleng, seluruh organisasi Perangkat Daerah Provinsi Bali yang aktif dalam pemberantasan narkotika di Provinsi Bali dan undangan lainnya. Pada kesempatan ini juga BNNP Bali mengundang Kepala sekolah dan Perwakilan OSIS se-Kabupaten Buleleng untuk ikut bersama-sama dalam peringatan HANI di SMA Negeri Bali Mandara. Peringatan HANI merupakan sebuah momentum dalam memperingati masyarakat terkait ancaman narkotika yang dapat merusak kehidupan.

132 Peserta Didik Baru Memulai Langkah Awal Menuju Kesuksesan

Langkah awal peserta didik baru menuju kesuksesan akan dimulai. Sebanyak 132 peserta didik baru SMA Negeri Bali Mandara telah datang dengan wajah ceria namun diselimuti kesedihan pada Jum’at, 6 Juni 2018 pada pukul 06.30 WITA. Seluruh peserta didik yang didampingi orang tua maupun walinya datang dengan membawa perlengkapan peserta didik yang telah ditentukan. Sampai di SMA negeri Bali Mandara, siswa dan orang tua melakukan registrasi sesuai dengan Grha yang telah dibagikan, peserta didik baru juga melakukan checking perlengkapan peserta didik guna menghindari peserta didik membawa barang yang tidak ditentukan oleh sekolah, seperti benda tajam dan makanan instant.

Setelah melakukan checking, peserta didik akan diantarkan ke asrama untuk merapikan perlengkapan yang dibawa, sementara orang tua tau wali mengikuti pengarahan dan sosialisasi oleh Kepala Sekolah dan guru SMA Negeri Bali Mandara. “Rasa senang, tapi ada sedikit rasa takut ketika mengetahui anak saya mendapat sekolah disini, senangnya karena saya merasa bangga terhadap anak saya, takutnya saya meninggalkan anak saya disini, tanpa pengawasan saya, saya berharap anak saya disini bisa suskes dan membanggakan keluarga.” Ujar Nyoman Asri selaku ibu dari salah seorang peserta didik baru SMA Negeri Bali Mandara.