All posts by smanbali_editor sma

Tumbuhkan Budaya Literasi, SMA Negeri Bali Mandara Gelorakan GLS

IMG_1006Untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajar, SMA Negeri Bali Mandara  mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai ekosistem pendidikan. Diharapkan sekolah sebagai organisasi pembelajar agar warga sekolah mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan dapat memenuhi perannya di era teknologi informasi. Hal itu diungkapkan Kepala SMA Negeri Bali Mandara, Drs. Nyoman Darta, M.Pd., saat sosialisasi GLS di hadapan warga sekolah, orang tua siswa, dan sekolah imbas di Hall SMA Negeri Bali Mandara (10/9).

Konjen India resmikan Indian Corner di SMA Negeri Bali Mandara

FullSizeRenderKonsulat Jendral (Konjen) India di Bali, Mr. Sunil Babu, didampingi Gubernur Bali, Made mangku Pastika, Sabtu (20/8) meresmikan dibukanya Indian corner di bawah hall SMA Negeri  Bali Mandara. Indian corner merupakan pojok baca yang disumbangkan oleh Konsulat Jendral India dengan isi bacaan bernuansa khas budaya India. Ratusan tersebut didominasi oleh cerita-cerita Hindu yang pada dasarnya berasal dari India.  

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika : Kukuhkan 225 Siswa SMA dan SMK Negeri Bali Mandara

“Jadilah kayu yang bagus, jangan pernah menjadi manja, manja dalam bahasa inggris itu spoiled yang juga berarti rusak, jangan pernah kecewakan guru-gurumu dan semua orang yang pernah membantumu” tegas Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara Inagurasi peserta didik Baru SMA dan SMK Negeri Bali Mandara, Sabtu (20/8).

Inagurasi adalah salah satu dari sembilan ritual yang harus dilewati oleh peserta didik SMA dan SMK Negeri Bali Mandara sebelum nantinya menempuh pendidikan dan hidup berasrama selama tiga tahun. Semua orang tua siswa baru SMAN Bali Mandara diundang untuk menyaksikan pengukuhan anaknya sebagai siswa SMA dan SMK Negeri Bali Mandara. Walaupun acara dimulai pukul 08.00 Wita akan tetapi orang tuas siswa sudah berdatangan pada pukul enam pagi “saya berangkat pukul 5 dari rumah karena saya ingin cepat-cepat bertemu dengan anak saya” ungkap orang tua dari Putu Ariani, salah satu peserta didik baru.