Dua siswa SMA Negeri Bali Mandara atas nama Ni Kadek Karina Dewi dan Komang Putri Marta Armayani yang menjadi satu tim dalam ajang International Invention & Innovative Competition (INIIC) sukses meraih mendali silver pada bidang scientific society kategori siswa sekolah. Pada kompetisi riset ini, mereka mengangkat penelitian berjudul “Optimization of Bio-oil and Biochar from Pyrolysis of  Upakara Waste as Energy.”

Sebelumnya, penelitian ini juga berhasil meraih Gold Medal & Grand Award dalam ajang lomba Karya Tulis Ilmiah yang siselenggarakan oleh ISS(Indonesia Scientific Society) dan KIR SMA Regina Pacis Bogor 2021. Delegasi Indonesia ke INIIC 2021 dipilih dari peraih Gold Medal & Grand Award.

“Kami menciptakan inovasi Bio-Oil dan Biochar dari limbah upakara melalui teknik pirolisis, inovasi ini hadir untuk menanggulagi permasalahan sampah upakara di Bali, yang menjadi penyumbang sampah organik terbanyak di Bali yang belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah. Sehingga, untuk mengolah sampah upakara menjadi Bio-Oil dan Biochar melalui proses pirolisis untuk membantu menangani permasalahan sampah upakara di Bali,”  jelas Karina Dewi.

Ditambahkan Putri Marta, bahwa raihan medali perak (silver medal)  ini tak lepas dari bimbingan pembina Bapak I Wayan Madiya, S.Pd., M.Pd yang senantiasa membimbing dalam proses pembuatan karya tulis ilmiah. “Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hal itu sangat tidak mudah, banyak rintangan yang kami hadapi, seperti pada saat pembuatan karya tulis, mencari jurnal-jurnal mencari data melaui proses pirolisis sederhana, serta tidak lupa bimbingan dengan pembina kami yaitu bapak I Wayan Madiya, S.Pd., M.Pd.,” jelasnya. Diungkapkan pula bahwa pengalaman tersebut tidak akan pernah dilupakan karena memberikan banyak pembelajaran untuk terus semangat dan berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar.

“Ketika pengumuman finalis pun kami dan pembina yaitu I Wayan Madiya sangat antusias, dan pada saat persiapan presentasi final, kami siapkan dengan matang-matang bersama pembina yang selalu membimbing kami dengan tulus dan ikhlas, hal yang kami lakukan tak perna luput dari pembina sehingga kami mendapatkan hasil yang sangat membanggakan bagi sekolah, keluarga, dan klub KIR SYSC. Situasi pandemi Covid-19 ini tidak menjadikan sebuah penghalang untuk kami tetap berinovasi dan berprestasi,” ungkap Putri Marta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *