Gerakan literasi di lingkungan sekolah berasrama SMA Negeri Bali Mandara (Smanbara) memasuki babak baru. Melalui kolaborasi strategis dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Bali, sekolah yang dikenal dengan pencapaian prestasi nasionalnya ini menggelar Pelatihan Menulis Cerpen bagi siswa sebagai upaya serius dalam memfasilitasi bakat kepenulisan sastra.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4) di Perpustakaan Pustaka Widya Mandara ini menghadirkan Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., Ketua HISKI Komisariat Bali, sebagai narasumber utama. Pelatihan ini diikuti secara intensif oleh 30 siswa terpilih dari kelas X dan XI yang memiliki minat khusus di bidang prosa.
Sejalan dengan semangat pengembangan literasi, momen ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Perpustakaan SMA Negeri Bali Mandara dan HISKI Komisariat Bali. Kerja sama formal ini mencakup komitmen jangka panjang dalam pembinaan kepenulisan sastra dan pengembangan literasi berkelanjutan bagi civitas akademika Smanbara.
Dalam sesi pembuka, Dr. I Wayan Artika menekankan bahwa menulis cerpen bukan sekadar merangkai kata, melainkan proses mengasah kepekaan terhadap realitas sosial dan kemanusiaan. Tahap pertama ini difokuskan pada workshop teknis dan pemberian motivasi guna membongkar hambatan kreatif para siswa dalam memulai sebuah karya.
Agenda pembinaan ini telah disusun secara sistematis melalui lima tahapan utama. Setelah tahap lokakarya awal, para siswa akan memasuki proses penulisan dan bimbingan intensif sepanjang bulan April hingga Mei. Selanjutnya, karya-karya siswa akan melalui tahap bedah karya pada 8 Mei 2026, disusul dengan proses revisi dan penyuntingan final. Puncak dari program kolaboratif ini adalah peluncuran dan publikasi buku digital yang dijadwalkan pada Jumat, 5 Juni 2026 mendatang.
Melalui kemitraan profesional dengan HISKI Bali, SMA Negeri Bali Mandara berharap dapat melahirkan karya sastra berkualitas yang mampu berbicara di tingkat nasional.

