SMA Negeri Bali Mandara bersama SMK Negeri Bali Mandara secara resmi mengukuhkan 330 peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui acara inaugurasi yang digelar khidmat di Gedung Basudewa SMAN Bali Mandara, Jumat (11/9/2026).

Acara ini dikukuhkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali yang dihadiri jajaran dewan guru, komite sekolah, serta puluhan tamu undangan penting dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga yayasan mitra. Kehadiran para orang tua turut menambah kehangatan momen saat ratusan siswa resmi mengenakan seragam kebesaran Bali Academy sebagai simbol dimulainya perjalanan pendidikan berasrama penuh bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri Bali Mandara menegaskan bahwa prosesi inaugurasi bukan sekadar agenda seremonial belaka. Momen ini merupakan penanda tuntasnya rangkaian seleksi ketat serta tempaan awal karakter yang telah dilalui para siswa. Dari total 705 pendaftar awal di seluruh kabupaten/kota di Bali, panitia seleksi melakukan peninjauan langsung (home visit) ke pelosok daerah guna memetakan kondisi ekonomi keluarga, hingga menyaring 225 calon murid SMA dan 270 calon murid SMK yang kemudian mengikuti tahap bootcamp secara disiplin.

Dari proses panjang tersebut, terpilih 150 siswa SMAN Bali Mandara dan 180 siswa SMKN Bali Mandara dari berbagai daerah seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Bangli, hingga Denpasar dan Badung. Keberagaman latar belakang daerah ini dipandang sebagai kekuatan utama untuk membuktikan bahwa prestasi lahir dari kerja keras dan ketekunan belajar.

Sebelum dikukuhkan, para peserta didik baru telah melewati rangkaian kegiatan pembentukan karakter seperti Masa Pengenalan Lingkungan Asrama dan Sekolah (MPLAS), Upanayana, program Foundation, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), hingga ritual The Calling di mana mereka menyusun Time Capsule cita-cita dan mematahkan keraguan melalui pekikan semangat “I Can because I believe I Can!”. Rangkaian tersebut ditutup dengan prosesi Bonfire untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta cinta tanah air.